Inilah Makhluk-makhluk Aneh dari Amazon

Spesies yang istimewa dan spektakuler yang sebelumnya tak diketahui keberadaannya ditemukan di hutan hujan tropis Amazon dengan tingkat penemuan yang cukup tinggi, satu spesies setiap tiga hari. Hal itu dilaporkan WWF pada hari ini. 

Beberapa spesies seperti anaconda yang panjangnya sepanjang limusin, lele raksasa yang bisa memakan monyet, laba-laba bertaring biru, dan katak beracun adalah beberapa dari 1.220 spesies hewan dan tumbuhan yang ditemukan dalam periode 1999 hingga 2009.

Salah satu penemuan terhebat adalah ditemukannya anaconda yang panjangnya mencapai 4 meter di Pando, Bolivia, pada tahun 2002. Itu adalah spesies anaconda pertama yang teridentifikasi sejak tahun 1936 dan menjadi spesies keempat anaconda yang teridentifikasi.

Selain itu, ada 55 jenis reptil lain yang ditemukan, termasuk anggota famili Elapidae yang meliputi ular-ular paling berbisa di dunia, yaitu kobra dan taipan. Ada lagi temuan berupa 24 jenis katak berwarna, termasuk katak-katak beracun.

Dari 257 jenis ikan yang ditemukan di sungai dan danau di Amazon, sebagian besar adalah lele raksasa. Satu di antara lele itu ditemukan di Venezuela dengan panjang mencapai 1,5 meter dan berat 32 kilogram. Umumnya, lele yang ditemukan menjadi makanan spesies lain.

Namun, pernah pula ditemukan lele raksasa yang memakan monyet, terbukti dari adanya bagian tubuh monyet yang terdapat di perut lele itu. Ada pula lele yang ditemukan di Rondonia, Brasil, yang memiliki ukuran yang sangat kecil, buta, dan berwarna merah.

Ada pula laba-laba yang ditemukan dengan jumlahnya mencapai 500 spesies, termasuk laba-laba yang memiliki badan coklat tapi memiliki struktur macam gigi taring yang berwarna biru. Sementara untuk mamalia, ada lumba-lumba berwarna merah jambu, tujuh macam monyet, dan dua macam landak.

Amazon sendiri merupakan tempat 637 spesies tumbuhan baru ditemukan, seperti bunga matahari, lili, dan berbagai macam nanas. Amazon adalah rumah bagi 40.000 spesies di mana 1.000 spesies bisa ditemukan di satu hektar hutan hujan tropis di Ekuador dan 3.000 spesies bisa ditemukan di 24 hektar hutan Kolombia. 

Laporan tentang adanya spesies itu dikeluarkan di sela-sela pertemuan PBB yang diadakan di Nagoya, Jepang, dalam rangka upaya pencegahan kepunahan massal spesies di seluruih dunia. Bersama dengan laporan itu, WWF juga menggarisbawahi pentingnya pelestarian Amazon.

"Laporan ini menunjukkan dengan jelas betapa istimewanya keanekaragaman hayati di Amazon," kata Fransisco Ruiz, pimpinan WWF's Living Amazon Initiative. Namun, ia menyesalkan bahwa keistimewaan itu kini dalam tekanan karena keberadaan manusia. Lanskap wilayah itu cepat sekali berubah.(kompas.com)