Blog Archive

Ini Artis Hollywood yang Mengucapkan Belasungkawa untuk Indonesia

Joe Jonas





Joel Madden





Justin Bieber





Kim Kardashian





Nicole Richie





Tom Cruise


Misteri 'Unidentified Submerged Object', Benda Bawah Air Tak Dikenal

Lebih dari 100 tahun belakangan, para awak kapal yang sedang menjelajahi lautan dibingungkan dengan penampakan-penampakan objek tak dikenal yang muncul dari dalam laut dan terbang dengan kecepatan tinggi. Objek-objek seperti ini kemudian diberi julukan Unidentified Submerged Objek (USO) atau Objek bawah air tak dikenal.

Banyak yang percaya kalau objek misterius ini sesungguhnya sama dengan UFO yang sering terlihat di udara. Karena itu, kadang objek ini juga sering disebut dengan istilah UFO air.


Penampakan USO disebut-sebut telah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Pada tahun 329 SM, pasukan Alexander agung disebut menjumpai dua objek berbentuk piringan yang muncul dari sungai Jaxartes di india. Menurut legenda, Alexander begitu terpesona dengan penampakan itu sehingga ia menghabiskan 6 tahun berikutnya untuk menjelajahi sungai itu dengan peralatan penyelam pertama di dunia.

Christopher Colombus juga disebut pernah menjumpai objek bawah air tak dikenal. Pada tanggal 11 Oktober 1492, kapal Santa Maria yang ditumpangi oleh Colombus sedang melewati wilayah segitiga Bermuda. Kemudian, mereka melihat cahaya-cahaya aneh berkelap-kelip di dalam air disusul dengan munculnya sebuah objek berbentuk piringan yang segera terbang dengan cepat ke angkasa.

Tidak ada yang bisa memastikan apa yang dilihat oleh Alexander agung atau Colombus. Ratusan tahun kemudian, kita kembali menemukan banyak laporan penampakan serupa. Contohnya seperti kesaksian-kesaksian di bawah ini:

Pada tanggal 18 Juni 1845, Malta Times melaporkan:
"Saat itu kapal brigantine Victoria berada sekitar 900 mil di sebelah timur Adalia ketika para awak kapal melihat tiga objek bercahaya muncul dari dalam air. Objek-objek itu terlihat selama 10 menit dan terbang setengah mil dari kapal."
Menurut para awak yang menyaksikannya, objek-objek itu terlihat berukuran seperti bulan purnama. Penampakan ini juga dilaporkan oleh saksi lain yang berasal dari Adalia, Siria dan Malta.

Pada tanggal 12 November 1887, di dekat tanjung Race, sebuah bola api besar muncul dari laut, naik 20 meter, lalu mendekati sebuah kapal yang ada di dekatnya, yaitu kapal uap Inggris bernama Siberian. Objek itu bergerak menentang arah angin, kemudian mundur dan terbang menjauh. Peristiwa ini dilaporkan dan didiskusikan oleh majalah Nature, L'Astronomie, dan Meteorological Journal.

Pada malam tanggal 10 Februari 1951 seorang pilot angkatan udara Amerika bersama rekannya sedang menerbangkan pesawatnya dari Islandia menuju Newfoundland. Ketika pesawatnya berada pada jarak sekitar 300 mil dari Newfoundland, mereka melihat sebuah objek bercahaya muncul dari dalam laut.
"Ketika kami semakin dekat dengan objek yang berkilauan ini, ia berubah menjadi lingkaran-lingkaran cahaya putih yang besar di atas air. Lalu, kami melihat sebuah lingkaran cahaya berwarna kuning yang kecil, lebih kecil dibanding objek yang melepaskan lingkaran cahaya itu, pada jarak 15 mil. Ketika objek itu terbang mendekati pesawat kami, kami bisa melihat sebuah pesawat berkubah yang melepaskan korona."
7 tahun kemudian, objek bawah air tak dikenal kembali menjadi subjek pemberitaan.

Pada bulan Mei 1958, sebuah kapal selam misterius terlihat oleh para awak kapal perang Argentina. Kapal selam itu, walaupun kadang terlihat oleh mata, tidak bisa terlacak oleh sonar, hydrophones atau radar. 14 kapal perang Argentina kemudian memburu kapal selam itu sambil sesekali menembakkan torpedo kearahnya. Namun tidak terlihat adanya tanda kerusakan dan kapal selam itu terus melaju hingga menghilang dari pantauan.

Pada Oktober 1959 dan Januari 1960, kapal selam serupa kembali terpantau oleh militer Argentina. Perburuan kembali terjadi, namun kapal selam itu kembali menghilang.

Kapten Ray.M Pitts, salah seorang spesialis peperangan kapal selam yang ikut dalam perburuan ketiga mengkonfirmasi kalau objek itu memang kapal selam. Namun ia juga mengatakan kalau ia dilarang untuk berbicara lebih jauh mengenai peristiwa itu.

Tahun 1963, perburuan USO yang lain kembali terjadi. Kali ini sonar kapal selam Amerika yang sedang berada di Puerto Rico menangkap sebuah objek yang bergerak dengan kecepatan 150 knots dan berada pada jarak 20.000 kaki di bawah kapal selam.

Kapal selam itu membuntuti objek itu selama 4 hari lamanya. Pada hari ke-4, objek itu tiba-tiba bergerak dengan kecepatan yang tinggi sehingga lolos dari pantauan sonar.

Pada Agustus 1965, para awak kapal Raduga dari Rusia, sementara sedang berlayar di laut merah, melihat sebuah objek elips berapi muncul dari dalam air dan melayang di permukaan selama beberapa lama. Jarak objek itu hanya 2 mil dari kapal. Para awak memperkirakan kalau objek itu memiliki diameter 60 meter dan melayang pada ketinggian sekitar 150 meter dari atas permukaan laut.

Pada tanggal 30 Juni 1967, para awak kapal Naviero dari Argentina melihat sebuah objek silinder di dalam air. Objek itu mengeluarkan cahaya berwarna biru putih dan panjangnya diperkirakan sekitar 33 meter. Yang aneh adalah, objek itu tidak mengeluarkan suara sama sekali walaupun ia bergerak di air dengan kecepatan yang cukup tinggi. Bahkan hampir tidak ada ombak yang tercipta karena pergerakan benda itu. Ketika objek itu nyaris menabrak kapal Naviero, ia segera berubah arah dan menyelam kembali ke dalam air.

Pada tahun 1967, para saksi yang terdiri dari belasan orang melihat sebuah objek tak dikenal jatuh ke air di Shag Harbour, Nova Scotia, Kanada. Objek tersebut, yang terlihat seperti sebuah pesawat aneh, diperkirakan memiliki panjang sekitar 18 meter. Para saksi mata juga menyebutkan kalau pesawat itu melayang sebentar, mengeluarkan cahaya berwarna oranye, lalu masuk ke dalam air.

Insiden ini sempat diberitakan oleh media-media seluruh dunia hingga menyebabkan pihak militer dan polisi Kanada melakukan pencarian besar-besaran. Namun, pesawat misterius tersebut tidak ditemukan sama sekali.


Insiden Shag Harbour adalah salah satu insiden UFO yang paling terkenal di dunia.

Salah satu peristiwa perjumpaan USO yang paling aneh, mungkin yang berhubungan dengan kapal Volga.

Pada tanggal 7 Oktober 1977, Volga, sebuah kapal Rusia yang digunakan untuk memperbaiki kapal selam, sedang berada di laut karena panggilan untuk memperbaiki sebuah kapal selam. Tiba-tiba 9 objek bulat terlihat muncul dari air dan segera mengelilinginya. Peristiwa ini berlangsung selama 18 menit. Saat itu juga, seluruh sistem komunikasi di atas Volga mengalami gangguan. Kapten Tarantin yang memimpin segera memerintahkan para awak untuk mengamati objek-objek tersebut:
"Aku ingin kalian mengamati objek tersebut dengan hati-hati dan mengingatnya baik-baik! Aku juga ingin kalian menggambarnya supaya ketika kita kembali ke Sovyet, tidak ada yang bisa bilang kalau kapten kalian ini gila dan mabuk!"
Pada tanggal 26 Juli 1980, para pelaut dari kapal Brazil, Caioba-Seahorse, melihat objek bulat berwarna abu-abu dengan diameter sekitar 10 meter sedang meluncur di air. Pada saat yang sama, cahaya terang muncul di horizon dan mendekati objek tersebut. Lalu, semua peralatan di atas kapal mati secara mendadak. Cahaya itu kemudian bergabung dengan USO yang ada di dalam air. Setelah itu, USO itu naik, melayang selama beberapa saat dan terbang dengan kecepatan tinggi ke angkasa.

Salah satu penampakan USO yang paling spektakuler mungkin adalah yang terjadi pada tanggal 14 Juni 1992. Para saksi mata di California, mengaku melihat ratusan pesawat aneh muncul dari laut tanpa mengeluarkan suara. Penampakan ini kemudian segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun, karena sifat penampakan yang terlalu luar biasa, pihak kepolisian tidak menindaklanjuti laporan ini. Kisah penampakan California ini pernah diangkat oleh History Channel dalam sebuah film dokumenternya.

Hingga hari ini, tidak ada yang bisa memberikan penjelasan mengenai identitas objek-objek tersebut.


Bagi mereka yang percaya dengan keberadaan makhluk luar angkasa yang cerdas, USO adalah bukti kalau makhluk luar angkasa sesungguhnya memantau bumi secara terus menerus dari markas yang dibuat di dalam laut. Jika memang ada makhluk luar angkasa yang berniat membuat markas di bumi, maka pilihan mereka untuk membuatnya di dalam laut menjadi sebuah pilihan yang tepat karena memang sebagian besar samudera kita sesungguhnya belum terjelajahi.

Ivan T Sanderson, dalam bukunya yang berjudul Invisible Resident (1970) menyatakan kalau USO adalah bukti adanya intelijensi lain di bawah air yang sedang mengembangkan peradabannya.
"Jika memang ada sejenis peradaban teknologis yang unggul berkembang dalam planet di bawah air, maka peradaban ini tampaknya lebih maju dibandingkan dengan peradaban kita, sekitar beberapa juta bahkan mungkin miliaran tahun di depan kita."
Tentu saja, argumen ini tidak bisa dibuktikan. Namun, Sanderson tidak sendirian karena pemahaman ini juga dipercaya oleh banyak pihak.

Bagi mereka yang lebih skeptis, penjelasan mengenai penampakan ini bisa bervariasi, mulai dari salah lihat hingga rekayasa. Memang tidak bisa disangkal kalau ada kemungkinan para awak kapal telah melihat sebuah fenomena alam dan menyangkanya sebagai USO. Kejadian seperti ini banyak terjadi dalam kasus penampakan UFO. Namun pertanyaannya, fenomena alam apa yang memiliki ciri-ciri sesuai dengan deskripsi laporan para saksi?

Inilah yang masih belum dipastikan.

Beberapa orang lain percaya kalau USO yang sering terlihat sebenarnya adalah torpedo yang sedang melaju. Namun, torpedo tidak terbang ke udara. Ini tidak sesuai dengan deskripsi saksi.

Jadi, sebagian lain mengajukan teori kalau sesungguhnya USO adalah pesawat militer yang canggih.

Teori ini juga sering digunakan untuk menjelaskan laporan penampakan UFO. Jika kita kaitkan USO dengan pesawat militer, maka itu artinya cuma satu: pesawat itu haruslah sebuah pesawat yang mampu menyelam ke dalam air dan kemudian terbang dengan cepat.

Menariknya, pesawat jenis ini ternyata pernah ada, paling tidak dalam rupa prototipe.

Pada tahun 1934, Boris Petrovich Ushakov, seorang mahasiswa teknik dari akademi militer Sovyet, mengajukan sebuah rancangan pesawat yang bisa menyelam di dalam air. Pesawat ini ditujukan untuk menyergap kapal musuh yang lewat dengan cara menyelam di kedalaman tertentu, menunggu kapal musuh, dan menembakkan torpedo ketika kapal musuh itu lewat di atasnya. Konsep Ushakov tidak pernah dibuat karena dianggap tidak efektif.

30 tahun kemudian, ide Ushakov direalisasikan oleh Donald Reid, seorang insinyur di North American Aviation. Ia membuat pesawat itu pada tahun 1963 dan diberi nama Reid Flying Submarine (RFS-1). Hebatnya, Reid membuat rancangannya dengan menggunakan suku cadang bekas pesawat dan mengerjakannya hanya di waktu luang.

Dalam uji coba perdana, pesawat itu mampu terbang hingga ketinggian 10 meter, mendarat di air dan menyelam hingga kedalaman beberapa meter. Walaupun terlihat menjanjikan, pihak militer sepertinya tidak tertarik untuk membuat pesawat itu hingga RFS-1 berakhir hanya sebagai sebuah prototipe.

RFS-1

Namun, jangan salah. Militer Amerika tidak tertarik dengan RFS-1 bukan karena tidak menyadari manfaatnya, melainkan karena mereka sendiri sedang membuat pesawat sejenis yang disebut Convair yang kemudian sering disebut subplane. Menurut Eugene Handler, seorang insinyur dari pihak angkatan laut, pesawat ini sangat ideal untuk menyerang kapal Sovyet di laut Baltik dan Kaspia. Tetapi, Convair ternyata bernasib sama dengan RFS-1. Malah, convair tidak sempat dibuat prototipenya karena proyek ini dibatalkan kongres pada tahun 1966.

Hasrat mengenai pesawat sejenis USO tidak pernah pupus dari pikiran militer Amerika. Pada tahun 2008, DARPA, badan riset milik Pentagon, mengumumkan kalau mereka telah memulai proyek pembuatan subplane. Pada tahun 2010 ini, pesawat ini telah masuk kedalam tahap pengajuan proposal karena berbagai rancangan telah diterima oleh mereka.

Dalam beberapa tahun, sepertinya kita akan melihat banyak USO mondar-mandir di lautan lepas.

Mungkinkah USO yang terlihat oleh para pelaut itu adalah pesawat canggih milik militer?

Jika kita mempercayainya, maka pertanyaannya selanjutnya adalah apakah pada masa perang dunia I dan II, pihak militer (negara manapun) telah berhasil membuat pesawat secanggih itu?

Jika pertanyaan ini dapat terjawab, maka saya rasa jawaban ini dapat menjelaskan banyak pertanyaan mengenai penampakan UFO di seluruh dunia.

Inilah Slogan Baru: Jakarta Berkumis





JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir, genangan, dan kemacetan hampir setiap hari mendera warga Jakarta akhir-akhir ini. Hujan satu jam saja, genangan—warga lebih suka menyebutnya banjir—muncul di mana-mana. Dampaknya, kemacetan juga terjadi di mana-mana.

Yang lebih menyebalkan, hujan penyebab genangan dan kemacetan itu terjadinya di jam-jam menjelang orang bubaran kantor. Maka lengkap sudah derita warga Ibu Kota, termasuk kawasan penyangganya, seperti Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor. Karena harus terjebak macet, maka kesempatan untuk bertemu keluarga menjadi makin singkat.

Puncaknya, hari Senin petang lalu, kemacetan sungguh luar biasa. Sampai pukul 22.00, misalnya, Jalan arteri Pejompongan-Pondok Indah masih macet. Itu adalah kali kedua di bulan ini warga terjebak kemacetan sampai dua tiga jam atau bahkan lebih setelah sebelumnya terjadi pada Jumat (22/10) lalu.

Beruntung, saat ini telah telah tersedia saluran untuk menumpahkan segala kekesalan dan kemarahan itu ke dalam media sosial seperti Facebook dan Twitter. Maka, di media itulah segala kekesalan dan kemarahan lalu ditumpahkan dalam bentuk sindiran dan guyonan atawa joke.

Berikut adalah berbagai guyonan menggelitik yang sebenarnya berisi kritik tajam kepada Pemerintah DKI Jakarta yang mereka nilai kurang becus mengurus kemacetan dan banjir.

Dalam sebuah posting di akun Twitter, ada yang menuliskan slogan baru Jakarta: Jakarta Berkumis, berdebar kalau gerimis. Maknanya jelas, kalau sudah mulai gerimis, warga pun berdebar-debar, khawatir hujan besar lalu macet lagi. Dan penggunaan kumis dalam slogan ala warga itu tentu saja punya maksud tersembunyi yang siapa pun pasti tahulah....

Ada pula joke yang sindirannya luar biasa begini: "banjir Jakarta semalam hanyalah uji coba dari Dinas Pariwisata untuk menjadikan Jakarta sebagai Wahana Water Boom terbesar di dunia, menyambut Visi Jakarta Year 2011."

Ada lagi yang menulis guyonan yang juga sindiran untuk para pemimpin DKI Jakarta: "Seluruh jajaran Pemda DKI mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan saudara dalam menyukseskan Jakarta Macet Gembira 2010. Dikarenakan antusiasme peserta yang luar biasa, event ini akan lebih sering diadakan!!!"

Bukan hanya main teks, kreativitas warga juga ditampilkan dalam gambar-gambar yang beredar lewat BlackBerry Messanger. Ada Foto Gubernur Fauzi Bowo yang berkumis tebal itu dengan tangan menunjuk sebuah balon tulisan seperti dalam komik: "Sudah siap kena macet nanti sore? Semoga Anda kuat dan tabah menjalaninya. Enjoy Jakarta."

Ada lagi foto Bang Foke, sapaan untuk Fauzi Bowo yang asli Betawi itu: "Selamat pagi sobat Jakarta. Bagaimana semalam? Belum kapok khan tinggal di Jakarta?"

Ada pula gambar Tugu Monas miring dengan gambar banjir di bawahnya. Ada-ada saja memang.

Rok Purba Berusia 5.900 Tahun Ditemukan

Tim ilmuwan Armenia mengklaim telah menemukan sebuah rok yang usianya diperkirakan mencapai 5.900 tahun. Rok ini bisa jadi dianggap rok paling tua yang pernah ditemukan.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (27/10/2010), Pavel Avestisian Direktur Institut Arkeologi dan Etnografi di Yerevan, Armenia jika timnya menemukan fragmen dari rok yang terbuat dari alang-alang tersebut pada sebuah gua di sebelah tenggara Armenia. 

Avestisian menambahkan jika rok ini bisa rok yang terbuat dari alang-alang paling tua di dunia. Sebelumnya di gua Areni-1 tempat rok ini ditemukan, sebuah sepatu yang diyakini berusia 5.500 tahun jika berhasil diselamatkan oleh tim arkeolog. Menjadikannya sepatu yang paling ditemukan dalam sejarah dunia.

Seorang arkeolog lainnya Boris Gasparin mengatakan jika tim ini juga berhasil menemukan kambing yang diawetkan. Kambing tersebut diperkirakan berusia 5.900 tahun, atau lebih tua 1.000 tahun dari yang pernah ditemukan di Mesir.

Ini Dia Mulut Paling Elastis di Dunia

Rekor Dunia Guinness kini mendapatkan peserta yang lagi-lagi terbilang sangat unik. Dia adalah Francisco Domingo Joaquim (20), dari Angola, berhasil memecahkan rekor sebagai mulut paling elastis di dunia.

Joaquim atau yang biasa dikenal dengan Chiquinho, seperti tokoh film kartun di dalam dunia nyata. Mulutnya sangat lebar sehingga bisa memuat satu botol kaleng soda di dalam mulutnya.

Chiquinho memiliki lebar mulut mencapai 6,69 inci, dengan demikian dia berhak mendapatkan tempat yang paling prestisius di Buku Rekor Dunia Guinness.

Baru-baru ini dia berhasil memukau pemirsa televisi di Italia karena mampu mengeluarkan dan memasukkan sebuah botol kaleng soda dari mulutnya sebanyak 14 kali dalam waktu satu menit. Demikian lansir AOL, Rabu (27/10/2010).

Kompetisi mulut elastis yang digelar di Roma, Italia juga banyak dikunjungi peserta yang mencoba memasukkan benda seperti, gelas kopi dan botor bir, hanya untuk mendapatkan pengakuan sebagai mulut paling lebar di dunia.

Tapi tak ada yang bisa menyaingi Chiquinho, yang menjadi bintang lokal setelah menunjukkan mulutnya di jalanan Luanda Ibu Kota Angola.

Selama ini pun Chiquinho tidak pernah mengunjungi dokter gigi, tapi dokter gigi menyatakan bahwa giginya sangat sehat.

Pemuda yang belum pernah mengenyam pendidikan ini berharap bahwa suatu hari dia dapat bersekolah, tapi tampaknya dia tidak akan mendapatkan beasiswa dari kompetisi ini.

(FULL PICT) Keindahan Negara Iran Tanpa Perang

Berikut sebagian foto-foto keindah kota dan desa-desa di Iran, sungguh menakjubkan sebuah negara jika kita pandang dari sudut yang baik-baiknya saja, begitu juga indonesia, jika kita pandang dari sudut yang baik-baiknya..? pasti tak kalah menariknya dari kota-kota lain di dunia, silahkan lihat-lihat gambarnya dulu, nanti kita kesana kalau mereka peresmian nuklirnya: hehehe

Cottage in northern Iran Pondok di utara Iran
Uramanat – North-Western Iran -Uramanat - Iran Barat Laut
Izeh – South-Western Iran

Layalestan – Gilan, Northern Iran
Bagh-e Eram Palace & Gardens – Shiraz
Oroomieh Lake – North-Western Iran -Oroomieh Danau - Iran Barat Laut
Winter night in Isfahan
Vank Cathedral – Isfahan , Iran
Museum of Fine Arts – Tehran , Iran
Shahzadeh Gardens -Mahan – Kerman
Shahzadeh Gardens -Mahan – Kerman
Waterfalls near Shiraz – Iran -Air terjun dekat Shiraz - Iran
Chehel Sotoun Palace Pavilion – Isfahan
Aali Gaapou - Isfahan, Iran
Lahijan – Guilan Province , Iran
Asalem - Khalkhal - Northern Iran
Niasar - Isfahan, Iran
Pear Orchard – Shiraz Pear Orchard - Shiraz

Parandegan Park di Isfahan
Sebuah Danau di Guilan tenang, Northern Iran

Latian Danau dekat Teheran

Margoon air terjun

Pinggiran dari Shiraz - Iran

Oroumieh Lake - NW Iran

Ramsar - Northern Iran

White Bridge - Ahwaz, Iran Selatan-Barat

Chahar Bagh Avenue - Isfahan

Arg-e Kola Farangi - Birjand, Iran

Kedai teh tradisional outdoor Persia

Saayeh khosh - Iran Selatan

Provinsi Sistan & Baluchestan


Sobatan Village - Ardebil

Sumber : http://kabargempar.blogspot.com/2010/10/jelajah-kota-iran-yang-indah-dan.html

Inilah Kerjaan Polwan Saat Sedang Santai

polwan cantikpolwan cantik
Inilah Kerjaan Polwan-Polwan Cakep Kita Kalo Lagi Santai
Siapa bilang polwan-polwan kita nggak ada yang cakep. Ini nih buktinya. Kalo lagi santai kerjaanya foto-foto bareng temen-temenya. Ada yang bergaya pramugari dan ada yang bergaya lagak model terkenal. Yang pasti keren-keren deh gayanya.
polwan cakep
polwan cakep banget
polwan


Sumber : http://beritahiburan.com/artis/inilah-kerjaan-polwanpolwan-cakep-kita-kalo-lagi-santai/