Komedi yang Berasal dari Saudi yang Bikin Kesal Setiap Laki-laki

Sebuah komedi pembalikan peran yang ditampilkan di televisi Saudi, di mana seorang perempuan menikahi empat suami, telah melancarkan satire sangat tajam tentang kebanggaan laki-laki dan standar ganda.

Telegraph, Selasa (17/8/2010) melaporkan, komedi itu merupakan sebuah episode dalam serial satire paling terkenal di Arab Saudi, Tash Ma Tash atau Bukan Masalah Besar, sebuah sindiran tentang prasangka sosial yang ditampilkan setiap tahun selama bulan Ramadhan. Pemeran utamanya memiliki empat suami, yang menjelaskan tindakan poliandrinya dengan menggunakan argumen konvensional yang dipakai para pria Saudi saat melakukan poligami.

Ketika perempuan itu menikah lagi untuk pertama kalinya dia mengeluh bahwa suami pertamanya tidak lagi peduli dengan penampilannya, setelah lima tahun menikah, dan sibuk dengan pekerjaannya. Suami keempatnya seorang pria Suriah dan ia jelaskan dengan mengatakan bahwa ia sudah bosan dengan laki-laki Saudi.

Lalu ia memutuskan, dia ingin menikah untuk kelima kalinya. Hal itu membuat empat suaminya ingin tahu siapa dari mereka yang akan diceraikan dan berkubang dalam rawa kecemburuan.

Para ulama konservatif, saat ini dalam posisi defensif ketika Raja Abdullah berupaya untuk memodernisasi sejumlah perangai sosial negeri itu,  telah diduga tentu saja tidak terima hal itu, sementara para pria dalam forum di internet telah menyerang serial itu sebagai mempromosikan prostitusi.

"Apa yang dilakukan itu menyakiti kami," kata salah seorang ulama, Sheikh Saad Al-Buraik. "Atas nama komedi, mereka mengolok-olok agama dan kepercayaan kami."

Biasanya ada teguran untuk Tash Ma Tash. Namun, dikatakan bahwa acara itu merupakan salah satu program favorit Raja Abdullah. Minggu lalu, sebuah episode juga memicu kontroversi, yang menggambarkan dua pria yang mengunjungi saudara dari ibu mereka yang sudah meninggal, seorang Arab kelahiran luar negeri. Dua pria itu baru mengetahui ternyata paman mereka itu seorang pendeta Kristen.

Mereka terguncang atas temuan itu, tetapi mereka datang untuk menghormati dia atas kejujuran dan kemurahan hatinya.(kompas.com)