Mengaku Sebagai Allah di Facebook Buat Resah Umat Muslim

Seluruh penyedia internet di Uni Emirat Arab diminta untuk memblok seorang pengguna anonim yang berada di belakang halaman tersebut, setelah dia menyatakan klaim didukung oleh ayat Al Quran. Aksinya memicu gelombang protes banyak pengguna yang meminta untuk memboikot situs jejaring sosial tersebut jika halaman tersebut tidak dipindahkan.
Halaman di Facebook yang mengklaim sebagai " Allah " membuat kontroversi di Timur Tengah


Setelah beberapa lusin komplain tentang halaman Facebook yang berjudul ‘Tuhan dan Nabi’ dalam bahasa Arab, Otoritas Regulasi Telekomunikasi Negara tersebut mengumumkan pada pekan ini mereka akan memblok pengguna yang bersangkutan dari akun internet. Tetapi keputusan tersebut menemukan masalah lagi dengan protes dari beberapa pandangan yang menolak sensor terhadap internet. Pihak yang memprotes tersebut mengklaim diri mereka sebagai ateis dan percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan mereka sendiri.
Halaman Facebook tersebut memiliki 600 ribu pengikut, dengan banyak kritik di dalamnya. Mohammad Al Ganem, Manajer Umum otoritas setempat, mempertahankan keputusan untuk melarang halaman Facebook tersebut, dengan alasan menghina Islam.
“Otoritas Regulasi Telekomunikasi menerima sangat banyak komplain dari pengguna internet yang mengekspresikan kemarahan mereka melawan orang yang tidak teridentifikasi tersebut, yang menciptakan halaman di Facebook yang menyerang Tuhan, Nabi, pembawa risalah, Al Quran bahkan semua buku yang berisi ayat Tuhan,” ujar Ganem.
“Pembuat halaman Facebook yang menamakan situsnya ‘Tuhan dan Nabi’, menggunakan atribut Ketuhanan kepada dirinya dan menyebarkan ajaran menyimpang dengan menulis isi konten seakan-akan ayat dari Al Quran. Dia juga mendeklarasikan dirinya dengan menulis sebuah buku membuat dirinya sebagai Tuhan. Hal ini dipertimbangkan sebagai perbuatan melawan hukum,” tambah Ganem. Dia juga memperingatkan kepada pengguna web agar lebih berhati-hati dengan apa yang diciptakan atau dilihat.
Sumber: Okezone dan Gulfnews