WOW...150 Gay-Lesbi Jadi Anak Buah Obama

Pemerintahan Barack Obama menembus rekor staf gay atau lesbian terbanyak. Diperkirakan lebih dari 150 staf Presiden Amerika Serikat adalah penyuka sesama jenis.

Sebuah organisasi gay, Institusi Penunjukan Proyek Gay dan Lesbian oleh Presiden, memperkirakan lebih dari 150 gay dan lesbian telah ditunjuk oleh Obama, dan 124 di antaranya adalah pejabat senior pemerintahan. Mereka dipekerjakan mulai sebagai kepala agen dan anggota komisi sampai pejabat pembuat kebijakan dan staf senior. Angka ini melampaui Presiden Bill Clinton yang mempekerjakan sebanyak 140 gay dan lesbian.

“Dari kabar yang kami terima dari pemerintahan, mereka ingin ini menjadi bagian dari usaha keberagaman,” ujar Denis Dison, juru bicara institusi ini, Selasa 26 Oktober 2010.

Pengangkatan gay dan lesbian di pemerintahan membantu untuk meredam kekecewaan para aktivis gay yang mengatakan bahwa Obama tidak cukup tanggap mengatasi masalah diskriminasi gay dan lesbian. Di antaranya yang paling banyak disoroti adalah kebijakan “jangan tanya, jangan ceritakan” yang melarang gay untuk berkarir di kemiliteran.

Lesbian pertama yang bekerja di Gedung Putih sekaligus pembuka jalan bagi kaum homoseksual lainnya adalah Roberta Achtenberg pada tahun 1993. Dia menjabat sebagai wakil menteri perumahan dan perkembangan kota pada pemerintahan Bill Clinton.

Sejak tahun 2008, institusi ini telah membantu menyeleksi ribuan resume dari para gay dan lesbian yang masuk untuk menjadi staf pemerintahan AS. Dison mengatakan bahwa mereka juga berusaha mendorong meningkatnya angka gay dan lesbian di pemerintahan.

Michael Cole, dari organisasi HAM gay, Human Right Campaign, mengatakan bahwa peningkatan jumlah gay dan lesbian pada Gedung Putih adalah sebuah perkembangan yang membanggakan. Namun menurutnya, hal lain yang lebih penting lagi adalah melakukan peningkatan pada undang-undang. Di antaranya yang perlu diperjuangkan adalah pencabutan kebijakan “jangan tanya, jangan katakan” di militer AS dan penarikan undang-undang perkawinan yang tidak mengakui pernikahan sejenis. (The Associated Press).(vivanews.com)